Mengenali Rip Current, Gejala Ombak yang Menyeret 13 Siswa SMP di Pantai Gunung Kidul

Jan 31, 2025 / 10:19:13 AM
bdcf675152a2a805e848b30c97b76b5a

Comments Off on Mengenali Rip Current, Gejala Ombak yang Menyeret 13 Siswa SMP di Pantai Gunung Kidul

Rip Current

 

Pantai merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dan sering dikunjungi wisatawan karena keindahan alamnya. Tempat untuk bersenang senang dan bergembira kadang membuat kita lengah dan kurang berhati hati. Dibalik keindahan alam sering kita tidak sadar bahaya akan selalu mengintai.

Seperti yang terjadi pada Rombongan sekolah SMP Negeri 7 Mojekerto Jawa Timur saat melakukan wisata di di pantai Drini, Gunungkidul Jogjakarta pada selasa (28/01/2025),  13 siswanya terbawa arus ombak ketika bermain air di pinggir pantai, 4 siswa meninggal dunia dan 9 siswa lainnya berhasil diselamatkan.

Padahal sebelumnya pihak petugas pantai dan masyarakat sudah mengingatkan untuk tidak bermain air ke tengah, karena area bermain para siswa tersebut berada di palung atau jalur kapal pantai tapi sepertinya peringatan petugas  tidak diindahkan.

Arus air yang mengalir kuat ke arah laut itu yang meyebabkan mereka tidak terselamatkan. Gejala arus air tersebut dikenal dengan Rip Currents. Apa itu Rip Currents?

Mengutip dari laman Badan Meteorologi Maritim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rip Currents adalah arus kuat dari air laut yang bergerak dari pantai, arus kuatnya bisa menyapu siapapun termasuk perenang terkuat dan ulung sekalipun.

Rip Current Disebabkan karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai sehingga menyebabkan terjadi arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi. Kecepatan arusnya bervariasi tergantung pada kondisi gelombang, pasang surut dan bentuk pantai. Rip Currents telah diukur kecepatannya dapat melebihi 2 meter/detik sehingga tentu saja amat berbahaya bagi para pengunjung.

Bagaimana cara mengenali Rip Currents? Ada 5 ciri yang bisa diperhatikan supaya kita bisa lebih waspada saat bermain air di pantai :

  1. Saat permukaan laut cendrung lebih tenang diantara gelombang sekitar yang bergerak menuju pantai
  2. Apabila ada celah diantara buih buih gelombag yang datang, kemungkinan sedang terjadi Rip Currents di sekitar area itu
  3. Saat warna air laut cenderung lebih keruh dibanding sekitarnya
  4. Saluran air yang bergolak dan berombak
  5. Ada sederet busa , rumput laut atau serpihan yang bergerak ke arah laut.

Tags

Posted in

◼️ Berita Terkait

◼️ Rekomendasi Lainnya

Spotify Resmi Bebaskan Pengguna Non Premium Mainkan Lagu PIlihan Tanpa Retriksi

wartakansaja – Spotify resmi umumkan pembaruan besar untuk pengguna gratis…

TPS 3R Vila Pamulang Mas 2 Konsisten Kurangi Sampah 100kg Perhari

  TANGSEL , Wartakansaja.com –  Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Reduce,…

Benang Merah Festival 2025 Siap Digelar, Hadirkan Perjumpaan Ragam Seniman, Praktisi, Gerakan, dan Komunitas.

  JAKARTA, wartakansaja – Benang Merah Festival (BMF) 2025 akan…

Logo Resmi Hut Ke-28 Kota Bekasi Tahun 2025

KOTA BEKASI, Wartakansaja.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun…

Penyidik Kpk Geledah Rumah Dinas Kakak Cak Imin

JAKARTA.  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) meggeledah salah satu rumah…

IPB University Bersama DKPPP Kota Cirebon Gelar Pelatihan Budidaya Udang Vanname Di Kolam Bundar

  KOTA CIREBON. IPB University Bogor dengan program Dosen Pulang…

Sejarah Kendaraan Dunia: Dari Roda hingga Mobil Terbang

Wartakansaja – Kendaraan bukan sekadar alat transportasi; mereka adalah cerminan…

Hal Hal Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menjalankan Ibadah Haji

  Wartakansaja.com – Naik Haji termasuk rukun Islam yang kelima….

Hadiri Forum Tingkat Tinggi PBB di New York, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen terhadap Pembangunan Berkelanjutan

  DKI JAKARTA, wartakansaja – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono…

Membeli Rumah: Investasi Yang Lebih Menguntungkan

wartakansaja – Saat mempertimbangkan untuk membeli aset properti, banyak orang…

bahari1
Laser
Rumah Cantik
WS Hotel