Liem Seeng Tee – Dari Anak Yatim Piatu Hingga Salah Satu Raja Kretek Indonesia

Oct 28, 2025 / 9:08:26 AM
bdcf675152a2a805e848b30c97b76b5a

Comments Off on Liem Seeng Tee – Dari Anak Yatim Piatu Hingga Salah Satu Raja Kretek Indonesia

Potret Liem Seeng Tee beserta keluarga, Raja Kretek  Indonesia Foto: Istimewa
Potret Liem Seeng Tee beserta keluarga, Raja Kretek Indonesia Foto: Istimewa

Wartakansaja – Di sebuah desa kecil bernama Ansi, Provinsi Fujian, Tiongkok pada 1893, lahirlah Liem Seeng Tee. Nasib telah menorehkan jalan berliku sejak awal – sang ibu wafat saat ia masih balita, tak kuasa melawan musim dingin yang menggigit.

Tahun 1898, saat Seeng Tee berusia lima tahun, sang ayah Liem Too memutuskan merantau ke Singapura. Perjalanan kapal yang keras memaksa pengorbanan pahit: sang kakak perempuan harus diadopsi keluarga lain karena keterbatasan biaya. 

Tak berhenti di situ, setelah tiba di Surabaya, ayahnya wafat akibat wabah kolera dan malaria, menjadikan Seeng Tee yatim piatu di negeri asing.

Pelajaran hidup di Bojonegoro

Seeng Tee kecil dititipkan kepada keluarga Tionghoa sederhana di Bojonegoro. Di sinilah, antara 1898-1904, ia mempelajari dasar-dasar berdagang – menakar keuntungan, melayani pembeli dengan sabar, dan menjaga kejujuran meski untung hanya secuil. 

Nilai-nilai ini kelak menjadi fondasi kerajaan bisnisnya.

Pada usia 11 tahun, dengan tekad baja, ia memilih hidup mandiri. Menjadi penjaja makanan kecil di kereta api jurusan Jakarta-Surabaya. 

Selama 18 bulan tanpa henti, anak kecil itu melangkah dari gerbong ke gerbong dalam panas terik dan kesesakan.

Pertemuan takdir dan awal mula

Di sela perjuangan, dua hal penting membentuk masa depannya: perkenalan dengan tembakau melalui para penumpang, dan pertemuan dengan Siem Tjian Nio yang kelak menjadi pasangan hidup dan mitra bisnis terpenting.

Meski hubungan awalnya ditentang keluarga sang gadis, cinta mereka tak tergoyahkan. Tahun 1912, mereka menikah dan menempati rumah bedeng sederhana di Gang Gembong, Surabaya. 

Hidup serba kekurangan memaksa Seeng Tee bekerja sebagai pelinting rokok di Lamongan, namun hanya bertahan enam bulan.

Dari warung kecil ke Handel Maatschappij

Bersama sang istri, mereka menyewa warung kecil yang menjual kue buatan Tjian Nio dan rokok racikan Seeng Tee. Setiap batang rokok yang dilinting menjadi simbol perjuangan melawan nasib.

Tahun 1913, usaha kecil ini mendapatkan badan hukum sebagai Handel Maatschappij Liem Seeng Tee, kemudian berubah menjadi Handel Maatschappij Sampoerna yang berarti “kesempurnaan”. 

Pembangunan jalan dan jembatan baru di depan toko mereka mendatangkan lebih banyak pembeli. Kebahagiaan semakin lengkap dengan kelahiran dua putra: Liem Soei Hwa (1914) dan Liem Swie Ling (1915).

Kebakaran dan kelahiran kembali

Tahun 1916 menjadi ujian terberat. Usaha dan rumah mereka ludes dilalap api. Namun di balik tragedi, tersimpan kejutan Tjian Nio diam-diam menabung sebagian keuntungan mereka. 

Tabungan ini digunakan untuk membeli usaha pedagang tembakau yang bangkrut.

Yang lebih revolusioner adalah keputusan Liem Seeng Tee untuk berbagi kendali penuh dengan istrinya – langkah tak biasa dalam tradisi Tionghoa masa itu. Kombinasi intuisi dagang Seeng Tee dan ketelitian Tjian Nio menciptakan harmoni bisnis yang langka.

Kelahiran sebuah legenda

Memasuki dekade 1920-1930an, usaha mereka berkembang menjadi pabrik rokok produktif. Berbagai merek diluncurkan: 123, 720, 678, dan Jangan Lawan. Namun yang menjadi legenda adalah Dji Sam Soe – kretek premium dengan formula rahasia dan cita rasa tak tertandingi.

Menjelang 1942, puncak kejayaan tercapai: 1.300 karyawan, produksi 3 juta batang per minggu, dengan pasar utama Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari warung kecil di pinggir jalan, lahirlah kerajaan kretek yang disegani.

Pendudukan Jepang dan bangkit kembali

Tahun 1942 membawa petaka. Tentara Jepang menangkap Liem Seeng Tee dan membawanya ke Jawa Barat untuk kerja paksa. 

Keluarga terpaksa mengungsi, meninggalkan segala harta benda. Namun satu warisan tak ternoda: merek Dji Sam Soe.

Setelah Jepang menyerah dan Indonesia merdeka, keluarga Liem kembali ke Surabaya. Dari reruntuhan, mereka bangkit dengan fokus pada Dji Sam Soe. Perlahan tapi pasti, produksi berjalan kembali, pasar pulih, dan nama Sampoerna kembali bergema.

Tutup usia, warisan terus hidup

Memasuki 1950an, situasi politik yang labil dan pengaruh ideologi komunis menciptakan gejolak baru di pabrik. Bagi sang pendiri, ini adalah luka terdalam – melihat rumah usahanya seperti dikuasai orang lain.

Tahun 1956, setelah lebih dari enam dekade berjuang, Liem Seeng Tee wafat pada usia 63 tahun. Ia meninggalkan fondasi bisnis kokoh yang diteruskan oleh putranya, Liem Swie Ling (Aga Sampoerna).

Kisah Liem Seeng Tee adalah bukti nyata bahwa dari awal yang rapuh, dengan kerja keras, tekad, dan keberanian bangkit dari keterpurukan, seseorang bisa menorehkan jejak yang abadi. Sebuah warisan yang terus hidup melampaui generasi. (Harris)

Tags

Posted in

◼️ Berita Terkait

◼️ Rekomendasi Lainnya

Penyidik Kpk Geledah Rumah Dinas Kakak Cak Imin

JAKARTA.  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) meggeledah salah satu rumah…

PMA Penegerian 10 Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen Terbit

  JAKARTA.  Sebanyak sepuluh Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen (SPKK) swasta…

Setelah Hadir 33 Tahun Di Indonesia Akhirnya Tupperware Harus Pamit

  Wartakansaja.com – Setelah hadir hampir 33 tahun produk peralatan…

IE University di Spanyol, Tawarkan Beasiswa Kuliah Program Master Bidang Saintek sampai Hukum

Wartakansaja –  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan beasiswa…

Kemenkop Membuka lowongan Pekerjaan Untuk S1 Semua Jurusan, Usia Maksimal 60 tahun

wartakansaja – Kementerian Koperasi (Kemenkop) Republik Indonesia memberi kesempatan bagi…

Perupa Betawi Sarnadi Adam: Dari Betawi Untuk Jakarta

  JAKARTA, Wartakansaja.com – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498…

Menjelang MotoGP Mandalika 2024 Masih Tersedia Tiket di Beberapa kategori

  Persiapan menjelang ajang balap notor MotoGP Mandalika Pertamina Grand…

Lebaran 2025, Komdigi berikan Diskon Tarif Internet Hingga 50%

  Wartakansaja.com – Sejalan dengan arahan dan himbauan dari Presiden…

Percepat Pengentasan Kawasan Kumuh Melalui Gerobak Sae Pisan Dan Forum PKP

KOTA BOGOR. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan…

Tahun Ini Kerajaan Arab Saudi Tidak Menerbitkan Visa Haji Furoda

  Wartakansaja.com – Beredar kabar bahwa Kerajaan Arab Saudi untuk…

bahari1
Laser
Rumah Cantik
WS Hotel