Comments Off on Kota Tangerang Tunjukan wajah Multikultural Pada Dunia Lewat Ragam Festival
KOTA TANGERANG, Wartakansaja.com – Melalui berbagai ragam festival budaya yang diselanggarakan setiap tahun mulai dari semarak Cap Gomeh, Kemeriahan Festival Cisadane sampai arak arakan gotong Toapekong hal ini membuktikan Kota Tangerang sebagai kota yang multikultural yang memiliki ragam tradisi dan budaya.
Di Kota Akhlakul Karimah ini harmonisasi budaya Tionghoa, Betawi dan etnis Nusantara lainnya terus terpelihara dan hidup berdampingan dalam bentuk festival yang mempererat toleransi dan kebanggaan warga lokal.
Mengutip dari laman resmi Pemkot Tangerang (24/04) Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urip Hermawan mengatakan Festival bukan hanya hiburan, tapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya. Kami ingin anak muda mengenal akar budayanya, sambil tetap bangga menjadi bagian dari Indonesia yang beragam dan ia mengajak seluruh wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan menyaksikan secara langsung keindahan dan keberagaman Kota Tangerang.
Cap Go Meh: Meriahkan Perayaan Imlek
Atraksi Barongsai hingga penjual kue keranjang yang bertempat di kawasan pasar lama Kota Tangerang memeriahkan perayaan imlek dan Cap Go Meh ini bukan hanya sekedar seremoni warga Tionghoa akan tetapi jadi ajang silaturahmi lintas budaya. Warga dari berbagai etnis datang bersama-sama untuk menontong barongsai, parade budaya dan menikmati kuliner khas Cap Go Meh. Ini bukti bahwa Kota Tangerang adalah rumah bagi semua.
Festival Cisadane: Simfoni Budaya di Tepi Sungai
Tidak kalah seru adalah Festival Cisadane, acara yang diselenggarakan di bantaran sungai Cisadane ini menampilkan lomba perahu naga, parade budaya Betawi, Tionghoa, Jawa, Sunda dan lainnya. Selain itu, tersedia panggung seni musik daerah dan tari kolosal, kuliner rakyat dari berbagai wilayah dan bazar UMKM, fesyen dan pameran kreatif.
Festival Cisadane yang diselenggarakan setiap tahun oleh pemkot Tangerang ini selalu berhasil menarik perhatian wisatatawan lokal maupun asing
Gotong Toapekong: Ritual Sakral yang Unik
Satu lagi tradisi langka yang masih dijaga hingga kini adalah Arak-arakan Gotong Toapekong, Ritual arak-arakan ini dilakukan setiap 12 tahun sekali ini diselenggarakan di di Klenteng Boen Tek Bio. Ritual ini berupa prosesi mengangkat patung Toapekong atau dewa dewi dari Klenteng Boen Tek Bio sebagai bentuk penghormatan spiritual.
Pantau jadwal lengkap acara di laman resmi, @kotatangerang @tangerangtv atau website www.tangerangkota.go.id. (*)
Wartakansaja.com – Kota Bogor siap apabila nantinya pemerintah pusat…
CATATAB BANG JOY Memulai dari Mana? Hijrah menurut bahasa…
wartakansaja – Beredar kabar bahwa mulai tahun 2026 untuk pembelian…
JAKARTA. Sebanyak sepuluh Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen (SPKK) swasta…
Pembangunan underpass Batutulis sepanjang 320 meter telah rampung dan…
Wartakansaja.com. Ketika anda akan mengisi bahan bakar di Stasiun…
KABUPATEN BOGOR, Politisi dari partai Gerindra sekaligus ketua DPRD Kabupaten…
JAKARTA, wartakansaja – Masjid Al-Husna Admiralty Residence menjadi ruang tafakur…
JAKARTA. Pertamina Patra Niaga mendukung upaya pemerimtah dalam penggunan…
TANGERANG SELATAN. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui…