Comments Off on Pengalaman Cinematic Film Interstellar, berikut 8 Fakta Tentang film Ini
Wartakansaja.com – Merayakan 10 tahun pertama kali film Interstellar diliris tahu 2014, akhir tahun lalu Interstellar ditayang ulang di beberpa negara seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Akan tetapi kali ini Interstellar hanya dirilis dengan format IMAX digital dan IMAX 70mm. Diluar dugaan film karya Christopher Nolan ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa.
Bagi para penggemar film di Indonesia bisa menyaksikan penayangan ulangnya mulai tanggal 26 Februari 2025 di bioskop IMAX seluruh Indonesia. Sama hal di luar negeri, antusias penonton Indonesia pun sangat tinggi, setelah penayangan 7 hari penulis memantau setidaknya 2/3 kursi bioskop IMAX masih terisi penuh.
Film yang dibintangi Matthew McConaughey , Anne Hathaway dan Matt Damon ini menceritakan tentang sekelompok astronot mencari planet baru untuk menyelamatkan umat manusia yang sedang menghadapi kepunahan
Film yang menggabungkan penggambaran eksplorasi luar angkasa yang menakjubkan dan drama keluarga yang menyentuh akan menghadirkan dan membawa pengalaman cinematic yang luar biasa yang jarang ditemui di film lainnya.
Mengutip dari Threads BTGfeed, berikut ada 8 fakta tentang film Interstellar
Pesawat Seperti Endurance dan Ranger dibuat menggunakan model miniatur fisik, sementara robot TARS dan CASE adalah boneka mekanik yang dikendalikan langsung oleh operator. Adegan gravitasi rendah menggunakan rig khusus dan kawat, bukan animasi digital
Beberapa Latar ekstrem dalam film ini juga difilmkan dilokasi nyata tanpa CGI, Planet air (Miller’s Planet) dan planet es (Mann’s Planet) direkam di Svinafellsjokull dan gletser Vatnajokull, Islandia dengan aktor bener benar berada dilingkungan ekstrem.
Ladang Jagung yang muncul di awal film juga ditanam sekuar 500 hektar di Kanada, lalu dihancurkan untuk adegan badai debu yang dibuat menggunakan kipas raksasa.
Dibuat sang komposer tanpa mengetahui alur cerita utama di luar angkasa.
Hans Zimmer menciptakan soundtrack interstellar tanpa mengetahui detail ceritanya.Christopher Nolan hanya memberinya sebuah catatan pendek tentang hitungan antara seorang ayah dan anak, tanpa menyebutkan baghwa film ini bertema eksplorasi luar angkasa.
Tujuannya adalah agar zimmer menggubah musik berdasarkan emosi dan inti cerita. Bukan pada genre fiksi ilmiah. Hasilnya adalah komposisi yang lebih intim dan emosional, dengan penggunaan organ pipa khas yang menciptakan suasana megah sekaligus mendalam Setelah mendengar musiknya Nolan langsung merasa cocok dengan visi filmnya.
Setelah syuting jagugnya dijual dan untung, Christopher Nolan membenarkan bahwa mereka menjual hasil panen jagung dan memperoleh keuntungan darisana, Meskiun ia tidak mengungkapkan Jumlah pastinya, perkiraan kami menunjukan bahwa keuntungan yang diperoleh sekitar US$660.000 atau sekitar Rp. 7,02 Miliar Namun perlu diingat bahwa angka ini hanya merupakan estimasi kasar.
Mengambil momen bencana nyata di masa lalu Film Interstellar menampilkan yang dilanda badai debu dahsyat ini terinspirasi dari peristiwa nyata yaitu Dust Bowl. Salah satu bencana ekologi paling parah yang melanda Ameriak Serikat sekitar tahun 1930-an. Perisatiwa ini disebabkan oleh kombinasi kekeringan parah dan praktik pertanian jagung yang buruk, menghasilkan badai debu yang dahsyat yang menghancurkan lahan pertanian dan memaksa orang mengungsi.
Christopher Nolan menciptakan efek Badai debu Interstellar dengan cara praktikal bukan CGI. Ia menggunakan kipas angin raksasa untuk menghembuskan debu sintetis berbahan selulosa, yang lebih aman bagi aktor dan kru dibandingkan pasir atau debu asli
Durasi 1 jam Miller’s Planet = 7 tahun di bumi, konsep relativitas waktu dalam interstellar didasarkan pada teori relativitas umum Albert Einstein. Teori yang menjelaskan bahwa grativasi yang sangat kuat dapat memperlambat aliran waktu bagi sesuatu yang berada dalam pengaruhnya. Dalam film ini efek ini terlihat di Planet Miller’s .
Karena gravitasi ekstrem di Gargantua, efek diatas waktu terjadi – sehingga waktu berjalan jauh lebih lambat di planet tersebut dibandingkan di laur angkasa.
Kip Thorne : Konsultam sains utama dan produser eksekutif.
Ia memastikan konsep ilmiah seperti lubang hitam (Gargantua), lubang cacing, relativitas waktu, dan dimensi ekstra digambarkan seakurat mungkin dalam film sesuai hitungan.
Thorne sendiri adalah fisikawan teoritis yang ahli dalam relativitas umum dan astrofisika Pada tahun 2017, ia memenangkan hadial nobel fisika berkat kontribusinya dalam deteksi gelombang gravitasi melalui proyek LIGO. Penelitiannya membuktikan adanya riak dalam ruang waktu akibat tabrakan lubang hitam, sebuah temuan revolusioner yang menginformasi prediksi Albert Eisnein dalam teori relativitas umum
Lebih dulu diilustrasikan oleh tim Nolan 5 tahun sebelum rilisan resmi NASA.
Interstellar (2014) sukses menghadirkan representasi lubang hitam yang realistis jauh sebelum NASA meliris gambar aslinya pada tahun 2019 melalui Event Horizon Telescope. Tampilan lubang hitam di film ini memiliki kemiripan yang luar biasa dengan gambar yang direkam oleh NASA.
Visual lubang hitam di Interstellar sendiri dibust melalui simulasi komputer yang didasarkan pada teori relativitas Albert Einstein. Simulasi ini kemudian disempurnakan oleh teori fisika Kip Thorne yang memastikan bahwa tampilan dalam film ini tetap selaras dengan perhitungan ilmiah yang akurat.
Pembangunan underpass Batutulis sepanjang 320 meter telah rampung dan…
KABUPATEN BOGOR. Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyegel 196 bangunan dikawasan…
Wartakansaja.com, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Gojek…
KABUPATEN BOGOR, wartakansaja – Layanan transportasi bus listrik telah resmi…
Wartakansaja – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) secara resmi…
KOTA BOGOR. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan…
Istana Garuda di Ibu kota Nusantara (IKN) akhir akhir sempat…
Wartakansaja.com – Untuk memudahkan pemilik kendaraan membayar pajak, sekarang…
Wartakansaja.com – Saat ini jenis Televisi yang beredar di…
JAKARTA. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) telah menyelesaikan proses…