Comments Off on Nosferatu: Remake Yang Kurang Menggigit
Wartakansaja.com – Di awal tahun 1800-an, Ellen muda mengucapkan mantra dan memohon kepada makhluk gaib untuk meredakan kesepiannya. Permohonan itu dijawab oleh sosok lain yang kemudian merasukinya.
Kini Ellen (Lily-Rose Depp) yang telah dewasa akhirnya menikah dengan Thomas (Nicholas Hoult), cinta sejatinya. Thomas, yang bekerja di firma real estate yang ambisius, rela mengunjungi kastil milik Orlok (Bill Skarsgård) yang terpencil demi upah besar yang dijanjikan oleh bosnya.
Dikenal sebagai Nosferatu, Orlok mencoba membunuh Thomas, namun Thomas berhasil melarikan diri. Nosferatu kemudian pergi untuk menemui Ellen, dibantu oleh bos Thomas yang telah berjanji setia kepadanya.
Bagaimana kisah selanjutnya? Yuk silahkan ditonton filmnya ya guys.
Ya, permis film ini memang hanya seputar itu. Robert Eggers, sutradara yang terkenal dengan karya-karya bergenre horor dan pengambilan gambar yang suram, kembali dengan remake terbaru dari film horor klasik “Nosferatu” yang masih terkenal dan menjadi referensi horor hingga saat ini.
Sebagai sebuah karya yang digadang-gadang sebagai salah satu film horor terbaik tahun ini (atau mungkin tahun lalu karena dirilis global Desember 2024), “Nosferatu” sayangnya masih belum bisa memenuhi ekspektasi.
Plot cerita yang standar menjadi penyebabnya. Mungkin keterbatasan remake dengan cerita yang sudah diketahui oleh banyak orang membuat Eggers harus berusaha keras untuk menarik penonton ke dalam film.
Narasinya terasa lambat di awal. Meski menjelang akhir, ceritanya semakin menarik berkat intensitas tinggi dan klimaks yang lumayanlah. Meski sebagian penonton juga akan berkomentar, lah cuma gitu doang?
Dengan durasi 132 menit, tentu cerita ini akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.
Sayangnya, kehadiran deretan aktor ternama Hollywood juga kurang menambah daya dobrak film. Meski kualitas akting keseluruhan pemeran tak perlu diragukan lagi, namun masih tertutupi oleh plot cerita dan tema klasik horor berlatar gothic yang sama.
Bill Skarsgård muncul sebagai karakter yang patut diperbincangkan. Aktor yang sebelumnya juga sukses memerankan Pennywise the Clown dalam film “It” (2017) ini menjadi salah satu nyawa film ini dengan kemampuannya menghidupkan karakter Count Orlok/Nosferatu dengan sempurna.
Sama seperti sebelumnya, Eggers mempertahankan nuansa klasik dengan latar abad ke-19. Desain kostum dan setting menghadirkan pengalaman menonton yang menawan.
Bahkan film horor yang sangat niat ini masih mempertahankan gaya busana era awal 1800-an berdasarkan sejarahnya.
Visualnya memang megah, seperti yang memang menjadi ciri khas dari Eggers. Namun untuk sebuah film berwarna, intensitas warna gelap jauh menguasai keseluruhan cerita. * (Harris T)
Jakarta, wartakansaja Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia…
Direktur Utama Sam’s Studios, Sonu Samtanu berkomitmen untuk mengembangkan…
Stasiun Pengisian Bahan Bakar umum (SPBU) mlik asing yakni…
Wartakansaja.com – Kota Tangsel. Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus…
Salah satu gitar kesayangan anggota band legendaris The Beatles…
JAKARTA/ hari ini (19/08) Ridwan Kamil yang merupakan Waketum partai…
Wartakansaja.com – Sudah menjadi tradisi setiap menjelang Hari Raya Lebaran…
JAKARTA, wartakansaja – Benang Merah Festival (BMF) 2025 akan…
KABUPATEN BOGOR. Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyegel 196 bangunan dikawasan…
Pantai merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dan…